Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger


Tuesday, April 3, 2012

Ilmu Pengetahuan Sekarang Berasal dari Islam Bukan dari Barat

        Fakta-fakta Sejarah Penemuan Sains

         Dan Teknologi Islam Yang Disembunyikan Barat

Sejarah adalah peristiwa yang sudah terjadi, namun baru ditulis kemudian, jauh setelah kejadian sebenarnya berlalu. Sebagai cerita masa lalu sejarah mudah untuk dimanipulasi, dan disampaikan kepada generasi berikutnya yang hanya bisa menerima mentah-mentah informasi itu sebagai kebenaran.
Informasi mengenai penemuan-penemuan sains dan teknologi yang pernah kita terima kebanyakan berasal dari buku-buku pengetahuan Barat. Penemu-penemu yang disebut sebagai yang pertama di dunia itu pun dipuji sebagai orang yang berjasa kepada ilmu pengetahuan dan umat manusia.
Abad pertengahan, masa kegelapan di Barat
Sejak jatuhnya kekaisaran Romawi tanggal 4 September 476, ketika kaisar terakhir dari kekaisaran Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer, seorang Jerman yang menjadi penguasa Itali setelah Julius Nepos meninggal pada tahun 480, maka dikatakan Eropa telah memasuki Masa-masa Kegelapan (Dark Ages). Masa-masa Kegelapan ini berlangsung kira-kira dari tahun 476 itu hingga Renaisans, sekitar tahun 1500-an. Renaisans disebut juga masa kelahiran kembali Eropa, atau kelahiran kembali budaya Yunani dan Romawi Purba, berupa kemajuan di bidang seni, pemikiran dan kesusasteraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan.
Kembalinya budaya Yunani dan Romawi Purba tersebut direbut dari tangan ilmuwan-ilmuwan Islam setelah mengalami perkembangan yang luar biasa. Dengan tanpa malu-malu, plagiator-plagiator Eropa itu mengklaim bahwa penemuan-penemuan sains dan teknologi itu adalah hasil usaha mereka.
 Fakta-fakta sejarah sebenarnya
Sekarang, saya mencoba mengutipkan untuk anda, fakta sebenarnya yang terjadi, bahwa penemuan-penemuan sains dan teknologi itu sebagian besar berasal dari masa kejayaan Kekhalifahan Islam, oleh para sarjana Muslim. Semoga pengetahuan ini dapat disampaikan kepada anak-cucu kita dan menjadi penyadar bahwa kita sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk menguasai kembali sains dan teknologi, dan tidak hanya menjadi pemakai atau korban teknologi.
Sejak 5.000 tahun SM
Masa perkembangan kebudayaan Mesir Purba. Menghasilkan limas-limas (piramida) yang hebat, sistem pengairan yang baik dan sistem bintang yang cukup bagus.  Namun ilmu bintang (astronomi) masih tercampur-aduk dengan ilmu perbintangan (astrologi). Ahli-ahli pengetahuan adalah pendeta-pendeta yang tidak mengenal batas antara logika, takhayul, dan kepercayaan, yaitu pemuja tritunggal Apis-Isis-Osiris.
Sejak 4.000 tahun SM
Masa perkembangan kebudayaan India Purba. India dengan kecenderungan samadinya lebih terkungkung dalam metafisika, monisme (menunggalnya manusia dengan dewata), dan pantheisme (hadirnya dewata di dalam segala yang ada). Mewariskan pengetahuan Astadhyayi, tata bahasa Sanskrit oleh Panini (kurang lebih 400 tahun SM) adalah pembahasan ilmiah ilmu bahasa yang mendahului pembahasan oleh Aristoteles (384-322 SM) dan bernilai jauh lebih tinggi.
 Sejak lebih dari 2.000 tahun SM
Merupakan masa perkembangan kebudayaan Tiongkok Purba. Dengan pengetahuan bercorak kudus (sacral, scared). Mereka berpikir bahwa segala pemberian berasal dari Thian dan bukan obyektif-empirik, hasil ikhtiar manusia secara sistematik. Cara berpikir manusia Tiongkok Purba pada umumnya masih berdasarkan firasat dan renungan, belum kritik-analitik.
Sejak lebih dari 1.000 tahun SM
Berkembangnya kebudayaan Parsi Purba. Penemuan jentera (roda gigi/gir) dalam pembuatan tembikar, dan kini mulai dari jam tangan yang terkecil hingga roket angkasa yang terbesar menggunakan jentera di dalam mesinnya.
Sejak 500 tahun SM
Dimulainya kebudayaan Yunani-Romawi. Dengan filsafat anthroposentrik (manusia berada pada pusat segala aktivitas) mereka di dalam banyak hal berlawanan dengan kecenderungan-kecenderungan niskala Mesir Purba, India Purba, Tiongkok Purba, dan Parsi Purba serta bersikap akliah (rational). Kecendrungan berpikir seolah-olah manusia berdiri di luar alam dan melihat alam sebagai suatu yang terpotong-potong, maka lahirlah pengertian jagat besar (makrokosmos) dan jagat kecil (mikrokosmos). Tidak ada batas antara filsafat dan pengetahuan.
 48 SM – 371
Penyerbuan Julius Caesar, kaisar Romawi, pada tanggal 48 SM menghancurkan karya-karya asli ilmu filsafat dan pengetahuan Yunani di perpustakaan-perpustakaan Iskandariah. Kemudian pada 272 M Kaisar Romawi berikutnya, Lucius Domithius Aurelianus, dan Kaisar Theodosius Magnus pada 371 M melakukan hal yang sama.
476
Awal Eropa memasuki masa kegelapan (Dark Ages), yaitu sejak jatuhnya kekaisaran Romawi terakhir tanggal 4 September 476 di mana kaisar Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer.
 571
Kelahiran Nabi Muhammad Saw pada tanggal 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah (bertepatan dengan 20 April 571).  Disebut Tahun Gajah disebabkan pada tahun itu Raja Abrahah dari Yaman dengan 60 ribu pasukan bergajahnya ingin menghancurkan Kabah (Baitullah) di Makkah, namun digagalkan Allah Swt dengan serangan burung ababil yang melempari pasukan itu dengan batu berapi (QS.Al-Fiil).  Muhammad Saw adalah Rasul terakhir utusan Allah Swt yang membawa risalah kenabian untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.
 610
Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama, yakni Alquran surah Al-alaq ayat 1-5 yang diawali dengan kalimat “iqro” yang artinya bacalah. Kalimat ini menjadi awal ditemukannya metoda ilmiah, yakni metode empirik-induktif dan percobaan yang menjadi kunci pembuka rahasia-rahasia alam semesta yang menjadi perintis modernisasi Eropa dan Amerika.
Guna penyebaran agama, dikembangkanlah gerakan yang bertujuan membuat “melek” huruf yang belum pernah ada bandingannya pada masa itu. Kepandaian baca tulis tidak lagi menjadi monopoli kaum cendikiawan. Ini adalah langkah pertama gerakan ilmu secara besar-besaran.
Konsep tentang karantina pertama kali diperkenalkan dalam abad ke-7 oleh Nabi Muhammad Saw, yang dengan bijaksana memperingatkan supaya hati-hati ketika memasuki atau meninggalkan suatu daerah yang terkena wabah penyakit.  Sejak abad ke-10, dokter-dokter Islam berinovasi dengan mengisolasi individu-individu penderita penyakit dan mengasingkannya ke arah utara. Sedangkan konsep karantina yang dikembangkan di Venice, Italia pada tahun 1403 bukanlah yang pertama di dunia.
660 – 750
Kekuasaan Daulah Umayyah menguasai Damsyik (Spanyol) tahun 629 M, Syam dan Irak tahun 637 M, Mesir sampai Maroko tahun 645 M, Persia tahun 646 M, Samarkand tahun 680 M, seluruh Andalusia tahun 719 M, dan akhirnya tertahan di Poiteier pada tahun 732 M dalam usahanya memperluas pengaruh ke Prancis.  
 700-an (Kompas, navigasi, ensiklopedi geografi, kalender, peta dunia)
Ahli ilmu geografi Islam dan navigator-navigatornya mempelajari jarum magnet – mungkin dari orang Cina, namun para navigator itulah yang pertama kali menggunakan jarum magnet di dalam pelayaran.  Mereka menemukan kompas dan menguasai penggunaannya di dalam pelayaran menuju ke Barat.  Navigator-navigator Eropa bergantung pada juru-juru mudi Muslim dan peralatannya ketika menjelajahi wilayah-wilayah yang tak dikenal.  Gustav Le Bon mengakui bahwa jarum magnet dan kompas betul-betul ditemukan oleh Muslim dan orang Cina hanya berperan kecil.  Alexander Neckam, seorang Inggris, seperti juga orang Cina, mungkin belajar tentang kompas dari pedagang-pedagang Muslim, namun dikatakan bahwa dialah orang pertama yang menggunakan kompas dalam pelayaran. Dan orang Cina memperbaiki keahlian mereka yang berhubungan pelayaran setelah mereka mulai berinteraksi dengan Muslim selama abad ke-8.
Diceritakan bahwa ilmu geografi dihidupkan kembali abad ke-15, ke-16 dan ke-17 ketika pekerjaan Ptolemius di masa lampau ditemukan.  Penjelajah dengan ekspedisi-ekspedisi Portugis dan Spanyol juga mendukung hal ini.  Risalah pertama berbasis ilmiah tentang geografi dihasilkan selama periode ini oleh sarjana-sarjana Eropa.
Namun apakah fakta sesungguhnya? Ahli geografi Islam menghasilkan buku-buku yang tak terhitung tentang Afrika, Asia, India, Cina dan orang-orang Indian selama abad ke-8 hingga abad ke-15.  Tulisan-tulisan itu mencakup ensiklopedi geografi pertama di dunia, almanak-almanak dan peta jalan.  Karya-karya agung abad ke-14 oleh Ibnu Battutah menyediakan suatu pandangan yang terperinci mengenai geografi dunia di masa lampau.  Ahli geografi Muslim dari abad ke-10 sampai abad ke-15 telah melampaui hasil dari orang-orang Eropa tentang geografi daerah-daerah ini dengan baik ketika memasuki abad ke-18.  Para penjelajah Eropa menyebabkan kehancuran pada lembaga pendidikan, sarjana-sarjana dan buku-buku mereka.  Mereka tidak memberikan makna apa pun pada perkembangan ilmu geografi untuk dunia Barat.
735
Khalifah Abu Ja’far Abdullah Al-Manshur mempekerjakan para penerjemah yang menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari bahasa Yunani, Parsi dan Sanskrit, di antaranya terdapat Bakhtaisyu Kabir alias Bakhtaisyu ibnu Jurijs ibnu Bakhtaisyu, Al-Fadzj ibnu Naubakht dan anaknya Abu Sahl Tiamdz ibnu Al-Fadzl ibnu Naubakht, serta Abdullah ibnu Al-Muqaffa.
740-an
Berbagai bentuk jam mekanik dihasilkan oleh insinyur-insinyur Muslim Spanyol, ada yang besar dan kecil, dan pengetahuan ini kemudian sampai ke Eropa melalui terjemahan buku-buku mekanika Islam ke bahasa Latin.  Jam-jam ini menggunakan sistem picu beban.  Gambar desain dari beberapa bagian gir dan sistem kerjanya juga ada.  Jam seperti itu dilengkapi dengan buangan air raksa, jenis yang kemudian secara langsung dijiplak oleh orang-orang Eropa selama abad ke-15.  Sebagai tambahan, selama abad ke-9, Ibn Firnas dari Spanyol Islam, menurut Will Durant, menemukan sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat.  Ilmuwan-ilmuwan Muslim juga membangun bermacam jam-jam astronomi yang sangat akurat untuk digunakan dalam observatorium-observatorium mereka.
Tetapi dikatakan kepada kita bahwa sampai abad ke-14, satu-satunya jenis jam yang ada adalah jam air.  Di tahun 1335, sebuah jam mekanis yang besar dibangun di Milan, Italia.  Dikatakan bahwa jam ini adalah jam berpicu beban pertama di dunia.
750 – 1258
Kekuasaan Daulah Abbasiah di Baghdad (Irak)
 765
Fakultas kedokteran pertama didirikan oleh Jurjis ibnu Naubakht.
 800
Ibn Firnas, seorang penemu Muslim Spanyol, tercatat sebagai orang yang pertama membangun dan menguji sebuah pesawat terbang pada tahun 800-an.  Roger Bacon belajar tentang pesawat terbang dari referensi-referensi ilmuwan Muslim mengenai pesawat terbangnya Ibnu Firnas.  Belakangan yang dikenal adalah penemuan oleh Bacon, ditanggali sekitar 500 tahun kemudian dan Da Vinci sekitar 700 tahun kemudian.
Para ahli matematika Islam yang menemukan aljabar memperkenalkan konsep tentang menggunakan huruf-huruf sebagai variabel-variabel yang tak dikenal dalam persamaan-persamaan sejak abad ke-9.  Melalui sistem ini, mereka memecahkan berbagai persamaan-persamaan yang kompleks, termasuk kuadrat dan persamaan pangkat tiga.  Mereka menggunakan simbol-simbol untuk mengembangkan dan menyempurnakan teorema binomial. Jadi Francois Vieta, seorang ahli matematika Prancis, bukanlah yang pertama menggunakan lambang-lambang aljabar pada tahun 1591. Dia menulis persamaan-persamaan aljabar dengan huruf-huruf seperti x dan y, dan mengatakan bahwa penemuannya ini mempunyai dampak serupa dengan kemajuan dari penggunaan angka Romawi ke angka Arab.
Dikatakan bahwa selama abad ke-17 Rene Descartes telah menemukan bahwa aljabar bisa digunakan untuk memecahkan persoalan geometris. Tetapi jauh sebelumnya, yakni sejak abad ke-9, para ahli matematika di masa kekhalifahan Islam sudah melakukan hal yang sama.  Pertama adalah Thabit bin Qurrah, kemudian diikuti oleh Abu Al-Wafa pada abad ke-10 dengan membukukan kegunaan Aljabar untuk mengembangkan geometri menjadi eksak dan menyederhanakan sains.   
Diinformasikan juga kepada kita bahwa tadinya tidak ada perbaikan sejak dibuatnya ilmu bintang selama Abad Pertengahan mengenai gerakan planet-planet sampai abad ke-13.  Lalu seorang bijaksana dari Kastil (Spanyol Tengah) bernama Alphonso menemukan Tabel Alphonsine, yang lebih akurat dibanding tabel milik Ptolemius.
Fakta sebenarnya adalah ahli ilmu falak (ilmu bintang) Islam membuat banyak perbaikan-perbaikan atas penemuan Ptolemius sejak abad ke-9.  Mereka adalah ahli ilmu falak pertama yang memperdebatkan gagasan-gagasan kuno Ptolemius.  Di dalam kritik mereka atas orang-orang Yunani, mereka manyatukan bukti bahwa matahari adalah pusat dari sistem matahari dan bahwa garis orbit bumi dan planet-planet lainnya boleh jadi berbentuk lonjong (elips).  Mereka menghasilkan ratusan tabel-tabel astronomikal dengan keakuratan tinggi dan gambar-gambar bintang.  Banyak dari kalkulasi mereka sangat akurat sehingga mereka dihormati pada masa itu.  Tabel milik Alphonso (Alphonsine Tables) hanyalah sekedar salinan dari pekerjaan ilmu bintang yang dipancarkan ke Eropa melalui Islam di Spanyol.
Disebutkan pula bahwa seorang sarjana Inggris bernama Roger Bacon pada tahun 1268 untuk pertama kali membuat lensa kaca untuk meningkatkan penglihatan.  Pada waktu yang hampir bersamaan, kacamata bisa didapat dan telah digunakan di Cina dan Eropa. Tentu saja kacamata sudah muncul sebelum kacamata Roger Bacon selesai pembuatannya, karena Ibnu Firnas dari Spanyol Islam sudah menemukan kacamata pada abad ke-9, dan diproduksi serta dijual di wilayah Spanyol selama lebih dari dua abad.  Setiap sebutan kacamata oleh Roger Bacon, maka itu hanyalah sebuah pengaliran kembali pekerjaan Al-Haytham, orang yang memiliki hasil riset yang dijadikan referensi oleh Bacon.
Sarjana-sarjana Islam dari abad ke-9 sampai ke-14 mempelajari dan menemukan ilmu etnografi.  Sejumlah ahli geografi Muslim menggolongkan ras-ras, mencatat secara terperinci penjelasan kebiasaan-kebiasaan budaya unik mereka dan penampilan fisiknya.  Para ahli Muslim itu menulis ribuan halaman mengenai topik ini.  Pekerjaan seorang Jerman bernama Johann F. Blumenbach (1752-1840) yang mengaku sebagai yang pertama menggolong-golongkan ras ke dalam 5 golongan besar (kulit putih, kuning, coklat, merah dan hitam), tidak sebanding dengan pekerjaan-pekerjaan ahli geografi Muslim itu.
813
Pada masa kekuasaan Khalifah Al-Maimun ibnu Harun Al-Rasyid didirikan Daru Al-Hikmah atau Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia, yang terdiri dari perpustakaan, pusat pemerintahan, observatorium bintang, dan universitas (Daru Al-Ulum.
850
Ahli kimia Islam menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui penyulingan produk minyak dan gas bumi (Encyclopaedia Britannica, Petroleum) lebih dari 1.000 tahun sebelum Abraham Gesner, orang Inggris, mengaku sebagai yang pertama menghasilkan kerosin dari penyaringan aspal.
 866
Kertas tertua yang menjadi contoh untuk dicetak di dunia Barat adalah sebuah naskah Arab berjudul Gharib Al-Hadistoleh Abu ‘Ubyad Al-Qasim ibnu Sallam bertanggal Dzulqaidah 252 atau 13 Nopember – 12 Desember 866, yang masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.
 900-an
Pabrik kertas muncul di Mesir, kemudian di Maroko tahun 1100 M, dan di Spanyol tahun 1150 M yang sudah berhasil membuat kertas putih dan berwarna.
Bandul ditemukan oleh Ibnu Yunus al-Masri selama abad ke-10, orang yang pertama mempelajari dan mendokumentasikan gerakan bergetarnya.  Hasil perhitungannya digunakan dalam jam-jam yang diperkenalkan oleh ahli ilmu Fisika Muslim selama abad ke-15. Baru pada abad ke-17 Galileo yang masih remaja telah menciptakan bandul.  Diceritakan bahwa dia melihat cahaya api pada lampunya berayun-ayun tertiup angin, lalu dia pulang ke rumah dan menemukan bandul dengan inspirasi itu.
Dikatakan bahwa trigonometri dikembangkan oleh bangsa Yunani, padahal di masa itu Trigonometri hanya tinggal teori.  Teori itu kemudian dikembangkan dan mencapai tingkat kesempurnaan yang modern di tangan sarjana-sarjana Muslim, dan penghargaan untuk itu secara khusus pantas diberikan kepada al-Battani.  Dialah yang menguraikan kata-kata fungsi dasar dari ilmu pengetahuan ini, seperti sinus, kosinus, tangen, dan kotangen.  Istilah sebelumnya berasal dari terminologi Arab, Jaib untuk sinus yang berarti garis bengkok, istiwa’ untuk kotangen yang berarti bayangan lurus dari gnomon, dan tangen adalah bayang-bayang melintangnya.  Selain menetapkan dengan akurat tabel perhitungan trigonometri dari 0 hingga 90 derajat, dia juga berhasil dengan tepat menghitung satu tahun matahari atau masehi, yaitu 365 hari 5 jam 46 menit dan 24 detik.
Sebelumnya diketahui bahwa persamaan pangkat tiga yang sulit dan masih belum terpecahkan hingga abad ke-16 ketika Niccolo Tartaglia, seorang ahli matematika Italia berhasil memecahkannya. Kenyataannya persamaan pangkat tiga seperti itu dan juga banyak persamaan-persamaan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi sudah dapat dipecahkan dengan mudah oleh para ahli matematika Muslim sejak abad ke-10.
Selama abad ke-10 atau lebih awal, ratusan ahli matematika Muslim menggunakan dan menyempurnakan teorema binomial.  Mereka memulai penggunaannya untuk solusi yang sistematis atas persoalan aljabar. Namun dikatakan bahwa Isaac Newtonlah yang mengembangkan teorema binomial pada abad yang ke-17.
Demikian juga dikatakan bahwa Robert Boyle, dalam abad ke-17, yang pertama mengembangkan ilmu kimia, padahal beberapa ahli kimia Muslim, termasuk Ar-Razi, Al-Jabr, Al-Biruni dan Al-Kindi, melaksanakan eksperimen-eksperimen ilmiah dalam ilmu kimia sekitar 700 tahun sebelum Boyle melakukannya.  Durant menulis bahwa orang Islam memperkenalkan metode percobaan pada ilmu pengetahuan ini.  Humboldt meyakini bahwa orang Islam sebagai penemu ilmu Kimia.
Paul Ehrlich (abad ke-19) disebut sebagai pencipta obat-obatan kemoterapi, yakni pemakaian obat-obatan yang khusus untuk membunuh mikroba, padahal dokter-dokter Islam telah menggunakan berbagai macam unsur pokok yang spesifik untuk menghancurkan mikroba.  Mereka menggunakan belerang (Sulfur) sebagai bahan utama khusus untuk membunuh kuman kudis. Ar-Razi (pada abad ke-10) menggunakan campuran air raksa sebagai antiseptik yang penting.
Banyak ahli kimia Muslim telah menghasilkan alkohol sebagai obat-obatan terapeutik melalui penyulingan sejak abad ke-10 dan melakukan pabriksasi alat-alat penyulingan yang pertama untuk digunakan dalam proses kimiawi. Mereka menggunakan alkohol sebagai bahan pelarut dan antiseptik, jauh sebelum Arnau de Villanova, seorang Spanyol pada tahun 1300, yang mengaku telah membuat alkohol yang pertama di dunia.
Diberitakan bahwa anestesia modern ditemukan pada abad ke-19 oleh Humphrey Davy dan Horace Wells. Sebenarnya anesthesia modern ditemukan, dikuasai dan disempurnakan oleh ahli anestesia Muslim 900 tahun sebelum kedatangan Davy dan Wells.  Mereka menggunakan cara oral seperti juga anestesia yang dihirup.
Sejak abad ke-10 dokter-dokter Islam dan ahli bedahnya sudah menggunakan alkohol sebagai pencegah infeksi ketika membersihkan luka-luka, jadi pencegahan infeksi yang dilakukan oleh ahli bedah dari Inggris, Joseph Lister pada tahun 1865 bukanlah yang pertama. Ahli bedah di Spanyol yang Islam menggunakan metoda-metoda khusus untuk memelihara antisepsis sebelum dan selama perawatan.  Mereka juga memulai tindakan-tindakan khusus untuk memelihara kesehatan selama periode pasca operasi.  Tingkat sukses mereka sangat tinggi, sehingga penjabat-penjabat tinggi di seluruh Eropa datang ke Cordova, Spanyol, untuk meminta pelayanan kesehatan yang dapat diperbandingkan dengan “Mayo Clinic” di Abad Pertengahan. 
Menurut apa yang kita ketahui, William Harvey menemukan sirkulasi darah pada awal abad ke-17.  Dia yang pertama dengan benar menguraikan fungsi jantung, pembuluh nadi dan vena.  Galen dari Roma telah memperkenalkan ide yang salah mengenai sistem peredaran darah, dan Harvey yang pertama menetapkan bahwa darah dipompa ke seluruh tubuh via oleh kerja jantung dan klep-klep pembuluh darah.  Oleh karena itu, dia dihormati sebagai pendiri ilmu tubuh manusia (physiology).
Tetapi 7 abad sebelumnya, yakni pada abad ke-10, Ar-Razi menulis sebuah risalah yang mendalam mengenai sistem pembuluh darah, dan dengan teliti digambarkannya fungsi pembuluh darah dan klep-klepnya.  Ibnu An-Nafs dan Ibnu Al-Quff (pada abad ke-13) mendokumentasikan secara penuh tentang sirkulasi darah dan dengan tepat menggambarkan ilmu urai tubuh dari jantung dan fungsi klep-klepnya 300 tahun sebelum Harvey.  William Harvey adalah seorang lulusan Universitas Padua yang terkenal di Itali, yang pada waktu itu mayoritas kurikulumnya didasarkan pada teks buku Ibnu Sina dan Ar-Razi.
 960
Gerbert d’Aurillac, seorang Perancis, menerjemahkan buku-buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin, dan dengan ini, era penerjemahan buku-buku ilmiah Islam dimulai. Gerbert kemudian menjadi Paus Sylvester II, meskipun begitu dia masih disebut tukan sihir karena kepercayaannya terhadap sains yang sangat ditentang oleh gereja pada masa itu.
 1000-an
Kaca dan cermin digunakan di Spanyol Islam. Orang-orang Venesia belajar tentang seni membuat peralatan berbahan gelas yang bagus dari seniman-seniman pembuat kaca dari Syria selama abad ke-9 dan ke-10. Namun yang diketahui umum cermin dan kaca diproduksi pertama kali tahun 1291 di Venesia.
Dikatakan pula bahwa pada abad ke-17 Isaac Newton mengadakan penyelidikan tentang prisma, lensa-lensa dan cahaya. Padahal dalam abad ke-11 Al-Haytham telah menetapkan hampir segala sesuatu yang dikemukakan oleh Isacc Newton mengenai ilmu optik itu, jauh berabad-abad sebelumnya, dan Al-Haytham dihormati oleh banyak penguasa pada masa itu sebagai “penemu optik.” Demikian juga mengenai penyelidikan tujuh variasi warna yang dibiaskan oleh prisma, selain telah lebih dulu dipelajari oleh Al-Haytham, pada abad ke-14 Kamal Ad-Din juga melakukannya.
Ada dugaan kalau Newton sedikit dipengaruhi oleh Al-Haytham.  Al-Haytham adalah ilmuwan fisika yang paling banyak dijadikan referensi di Abad Pertengahan.  Pekerjaan-pekerjaannya digunakan dan dikutip oleh sebagian besar sarjana-sarjana Eropa selama abad ke-16 dan 17, tidak sebanding dengan Newton dan Galileo seandainya digabungkan.
Dalam abad ke-16 dikatakan bahwa Leonardo Da Vinci menjadi pendiri ilmu geologi ketika ia mencatat fosil-fosil yang ditemukan di pegunungan yang diindikasi sebagai asal-muasal cairan bumi. Tetapi kenyataanya pada abad ke-11, Al-Biruni membuat dengan tepat perngamatan ini dan menambahkannya ke dalam ilmu geologi, termasuk sebuah buku yang sangat besar, ratusan tahun sebelum Da Vinci dilahirkan.  Ibnu Sina mencatat hal ini dengan baik. Jadi sangat mungkin kalau Da Vinci pertama kali belajar konsep ini dari terjemahan buku-buku Islam ke dalam bahasa Latin.  Da Vinci tidak menambahkan pengetahuan apa pun yang asli dari dirinya.
1030
Jauh sebelum Paracelsus (abad ke-16) dikatakan menemukan candu yang disuling untuk anesthesia, dokter-dokter Islam sudah memperkenalkan nilai anestetik dari candu asli selama Abad Pertengahan.  Candu mula-mula digunakan sebagai bagian dari anestetik oleh orang Yunani.  Paracelus adalah seorang murid yang memperlajari pekerjaan-pekerjaan Ibnu Sina, dan dari situlah hampir dipastikan dia memperoleh ide ini.
 1050
Konsep keterbatasan materi alam pertama kali ditekuni oleh Al-Biruni, seorang sarjana besar Islam dari Persia dalam tahun 1050. Konsep mengenai wujud materi alam yang bisa berubah namun massanya tetap, seperti air yang jika dipanaskan akan berubah menjadi uap, namun massa total tetap sama. Tapi dikatakan bahwa penemunya adalah Antione Lavoiser pada abad ke-18, padahal Lavoiser adalah seorang murid dari para ahli ilmu kimia dan fisika Muslim pada masanya dan sering mengambil referensi dari buku-buku mereka. 
Disebutkan bahwa Nicolas Desmarest pada tahun 1756 adalah orang pertama yang mempelajari tentang pembentukan geologi lembah-lembah, dengan teorinya bahwa lembah-lembah itu dibentuk dalam suatu periode yang lama oleh waktu dan aliran udara. Padahal Ibnu Sina dan Al-Biruni membuat dengan tepat penemuan itu dalam abad ke-11, 700 tahun sebelum Desmarest melakukannya.
Al-Biruni adalah orang yang melakukan eksperimen besar pertama di dunia.  Dia menulis lebih dari 200 buku, dan banyak ilmuwan yang mendiskusikan eksperimen-eksperimennya.  Hasil karyanya berupa sejumlah literatur ilmiah berbagai bidang ilmu pengetahuan dalam 13.000 halaman, jauh melebihi apa yang ditulis oleh Galileo digabungkan dengan Newton. Jadi tidak benar bahwa Galileo adalah orang pertama yang melakukan eksperimen besar di dunia pada abad ke-17.
1121
Al-Khazini, ilmuwan Muslim kelahiran Bizantium atau Yunani tahun 1115 dan wafat 1130 adalah saintis yang serba bisa yang menguasai astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat. Dia telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sains modern, salah satunya adalah kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya dalam tahun 1121 itu mengungkapkan bagian penting fisika Islam. Dalam buku itu, Al-Khazini menjelaskan sacara detail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan, hidrostatika dan pusat gravitasi. Al-Khazini dan ilmuwan Muslim lainnya merupakan yang pertama menjeneralisasi teori pusat gravitasi dan mereka adalah yang pertama kali menerapkannya ke dalam benda tiga dimensi. Para ilmuwan Muslim, salah satunya al-Khazini telah melahirkan ilmu gravitasi yang kemudian berkembang di Eropa.
Jelas di sini Isaac Newton sangat terlambat mengemukakan teori Gravitasi di dalam bukunya Philosophia Naturalis Principia Mathematica yang dipublikasikan tahun 1687, 500 tahun lebih setelah buku Al-Khazini membahas hal yang sama. Jadi bagaimana dengan cerita apel yang jatuh itu?
 1130
Gerard da Cremona, orang Italia yang tinggal di Spanyol, menerjemahkan 92 buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin. Buku terjemahannya itu antara lain Al-Asrar (rahasia-rahasia) karya Abu Bakr Muhammad ibnu Zakaria Ar-Razi (bhs.Ltn.Razes, Rases, atau Rhazes), sebuah karya dokter Abu Az-Zahrawi tentang metoda pembedahan, buku karya Abu Muhammad Dhiyauddin Al-Baithar (bhs.Ltn.Alpetagrius) mengenai tumbuh-tumbuhan.
Giovanni Morgagni (1682-1771), orang Itali yang dihormati sebagai bapak pathology (ilmu penyakit) karena dikatakan sebagai orang pertama yang dengan benar menguraikan sifat alami penyakit. Namun jauh sebelum Giovanni melakukannya, para ahli bedah Islam adalah ahli patologi pertama sesungguhnya.  Mereka menyadari secara penuh sifat alami penyakit dan menggambarkan berbagai macam penyakit dengan detil modern.  Ibnu Zuhr dengan benar menggambarkan sifat alami radang selaput dada (pleurisy), tuberkulosis (TBC) dan radang kantung jantung (pericardistis).  Az-Zahrawi dengan teliti mendokumentasikan ilmu penyakit dari hydrocephalus (air di otak) dan penyakit-penyakit sejak lahir lainnya.  Ibnu Al-Quff dan Ibnu An-Nafs memberi uraian-uraian sempurna tentang penyakit-penyakit peredaran darah.  Ahli-ahli bedah Islam lainnya memberi uraian-uraian akurat pertama tentang penyakit berbahaya tertentu, termasuk kanker perut, usus dan kerongkongan.  Para ahli bedah Islam ini adalah pemula dari pathology (ilmu penyakit), bukan Giovanni Morgagni.
 1140-an
Para ahli matematik Islam memperkenalkan bilangan negatif untuk digunakan dalam berbagai fungsi aritmetika sedikitnya 400 tahun sebelum Geronimo Cardano mengakui telah memperkenalkannya dalam tahun 1545, dengan mengatakan bahwa angka-angka bisa kurang dari nol.
 1160
Mata air-mata air Nil yang mengalir melalui danau-danau besar di Khatulistiwa telah ditetapkan dengan seksama oleh Al-Idrisi, sedangkan orang-orang Eropa baru menemukannya pada paruh kedua abad ke-19.
1200-an
Informasinya pada tahun 1614, John Napier menemukan logaritma dan tabel logaritmik, namun sejak abad ke-13 para ahli matematika Islam sudah menemukannya dan tabel logaritmik seperti itu sudah umum di dalam dunia pengetahuan Islam pada masa itu.
 1205
Amir Ya’qub dalam pertempuran Mahdiyya telah menggunakan artileri sebagai senjata terakhir. Pada tahun 1273, Sultan Abu Yusuf pada pertempuran Sijilmasa di Maroko Selatan mempergunakan meriam-meriam. Pada tahun 1342, dua orang Inggris, Lord Derby dan Lord Salisbury, hadir pada pertempuran Algericas yang dipertahankan dengan cara yang sama oleh orang-orang Arab. Ketika kedua orang Inggris itu menyaksikan daya efek mesiu, maka mereka membawa penemuan ini ke negeri mereka.
1240 – 1250
Seorang frater Katolik Roma anggota Ordo Fransiskan dari Inggris bernama Roger Bacon datang untuk mempelajari bahasa Arab ke Paris dan Toledo karena ada orang-orang Perancis yang pandai berbahasa Arab di sana. Selain itu di sana terdapat banyak terjemahan buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin dan naskah-naskah asli berbahasa Arab.
Dikatakan bahwa perawatan pertama dengan anesthesia (pembiusan) dilakukan oleh C.W. Long, seorang Amerika pada tahun 1845, padahal 600 tahun sebelum Long melakukannya, seorang Muslim Spanyol, Az-Zahrawi dan Ibnu Zuhr, di antara para ahli bedah Muslim lainnya, sudah melaksanakan ratusan perawatan-perawatan melalui cara pembiusan dengan penggunaan narkotika yang direndam pada spon, yang ditempatkan dengan cara menutup wajah.
1250 – 1257
Roger Bacon pulang ke Inggris dan melanjutkan pelajaran Bahasa Arabnya di Universitas Oxford dengan membawa sejumlah besar buku-buku ilmiah Islam dari Paris. Di antaranya Al-Manazhier karya Ali Al-Hasan ibnu Haitsam diterjemahkan Bacon ke dalam bahasa Latin, bahasa ilmiah Eropa pada masa itu.
Terdapat penjelasan-penjelasan mengenai mesiu dan mikroskop pada naskah itu, namun secara tidak jujur dia telah mencantumkan namanya sendiri pada terjemahan-terjemahan itu dan dengan demikian dia telah melakukan plagiat terang-terangan.
Sangat berbeda dengan penerjemah-penerjemah Muslim yang menerjemahkan karya-karya Pythagoras, Plato, Aristoteles, Aristarchos, Euclides dan Claudius Ptolemaios, dan lain-lain dengan tetap menyebutkan nama pengarang-pengarang aslinya.
 1300-an
Dimulai abad Renaisans (B.Perancis Renaissance) atau kelahiran kembali, di mana ditemukan kembali cerahnya peradaban Yunani dan Romawi (yang dianggap sebagai “klasik”) ketika keduanya mengalami masa keemasan. Renaisans berlangsung antara abad ke-14 hingga abad ke-17 di Eropa. Tampak di sini, bahwa kebangkitan Eropa yang diawali dengan Renaisans erat hubungannya dengan kembalinya penerjemahan buku-buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin, antara lain Gerbert d’Aurillac, orang Perancis yang menjadi Paus Sylvester II (tahun 960), Gerard da Cremona, orang Itali (tahun 1130), Seorang frater Katolik Roma, Roger Bacon dari Inggris (tahun 1250).
Dikatakan bahwa tahun 1454, Johan Gutenberg (1398 – 1468) menemukan mesin cetak paling canggih di abad pertengahan.  Faktanya, alat cetak berbahan kuningan yang dapat dipindahkan telah digunakan di Spanyol Islam 100 tahun sebelumnya, ketika Gutenberg belum lahir.
 1400-an
Dikatakan bahwa sistem desimal di dalam matematika pertama kali dikembangkan oleh seorang Belanda, Simon Stevin, tahun 1589.  Sistem desimal membantu ilmuwan matematika karena menggantikan bilangan pecahan yang sulit, sebagai contohnya 1/2, dengan menggunakan desimal menjadi 0,5.
Padahal para ahli matematika Islam adalah yang pertama menggunakan sistem desimal sebagai ganti bilangan pecahan secara besar-besaran.  Buku Al-Kashi, berjudul “Kunci kepada Aritmatika”, yang ditulis pada awal abad ke-15 dan menjadi stimulus untuk aplikasi sistematis sistem desimal untuk seluruh bilangan dan pecahan-pecahannya.
 1600-an
Francis Bacon – seorang Bacon yang lain, menyebarluaskan teori induksi dan percobaan-percobaan ilmiah (eksperimen) atau empirisme ilmiah di dalam karya-karyanya The Advencement of Learning (1605), Novum Organum(1620), De Augmentis Scientiarum (1623), Sylva Sylvarum (1624), dan New Atlantis (1624), yang dengan alat cetak buku buatan Johan Gotenburg buku-buku tersebut dicetak. Kemudian berkembang teori Baconian Philosophy yang kemudian menjadi dasar metode ilmiah pada ilmu pengetahuan dan teknologi di Barat (Eropa dan Amerika), yang mana metode tersebut sebetulnya merupakan jiplakan Bacon dari ilmu pengetahuan di dunia Islam.

Saturday, March 31, 2012

Daftar Honorer Yang Masuk Kualifikasi 1 BKN 2012



Alhamdulillah ya sesuatu yang di tunggu akhirnya.................
Namun yang belum ada namanya sabar ya shib semua mungkin di K2 nya..........................
Tetap berusaha dan berdoa kepada NYA......................



Pengumuman

Surat Edaran daftar nama tenaga honorer kategori 1 dan kategori 2 silahkan download disini




Halaman ini bersumber dari :




http://www.bkn.go.id/honorer/





Instansi Daerah

Jumat, 30 Maret 2012 17:17


Berikut ini telah diumumkan daftar TENAGA HONORER Instansi Daerah KATEGORI I yang MEMENUHI KRITERIABerdasarkan Hasil Verifikasi Dan Validasi.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA atau BKD/Biro Kepegawaian instansi yang terkait.
NO NAMA INSTANSI
1 Pemerintah Kab. Aceh Besar
2 Pemerintah Kab. Pidie
3 Pemerintah Kab. Aceh Utara
4 Pemerintah kab. Aceh Timur
5 Pemerintah kab. Aceh Selatan
6 Pemerintah Kab. Aceh Barat
7 Pemerintah Kab. Aceh Tengah
8 Pemerintah kab. Aceh Tenggara
9 Pemerintah Kab. Simeulue
10 Pemerintah kab. Bireuen
11 Pemerintah Kab. Aceh Singkil
12 Pemerintah Kab. Aceh Barat Daya
13 Pemerintah Kab. Gayo Lues
14 Pemerintah kab. Aceh Tamiang
15 Pemerintah Kab. Nagan Raya
16 Pemerintah Kab. Aceh Jaya
17 Pemerintah Kab. Bener Meriah
18 Pemerintah Kab. Pidie Jaya
19 Pemerintah Kota Sabang
20 Pemerintah Kota Banda Aceh
21 Pemerintah Kota Langsa
22 Pemerintah Kota Lhokseumawe
23 Pemerintah Kota Subulussalam
24 Pemerintah Kab. Deli Serdang
25 Pemerintah Kab. Karo
26 Pemerintah Kab. Langkat
27 Pemerintah Kab. Tapanuli Tengah
28 Pemerintah Kab. Simalungun
29 Pemerintah Kab. Labuhan Batu
30 Pemerintah Kab. Dairi
31 Pemerintah Kab. Tapanuli Utara
32 Pemerintah kab. Tapanuli Selatan
33 Pemerintah Kab. Asahan
34 Pemerintah Kab. Nias
35 Pemerintah Kab. Toba Samosir
36 Pemerintah Kab. Mandiling Natal
37 Pemerintah Kab Nias Selatan
38 Pemerintah Kab. Humbang Hasundutan
39 Pemerintah Kab. Pakpak Bharat
40 Pemerintah kab. Samosir
41 Pemerintah Kab Serdang Bedagai
42 Pemerintah Kab. Padang Lawas
43 Pemerintah Kab. Padang Lawas Utara
44 Pemerintah Kab. Batubara
45 Pemerintah Kab. Labuan Batu Selatan
46 Pemerintah Kab. Labuan Batu Utara
47 Pemerintah Kab. Nias Barat
48 Pemerintah Kab. Nias Utara
49 Pemerintah Kota Medan
50 Pemerintah Kota Tebing Tinggi
51 Pemerintah Kota Binjai
52 Pemerintah Kota Pematang Siantar
53 Pemerintah Kota Tanjung Balai
54 Pemerintah Kota Sibolga
55 Pemerintah Kota Padang Sidimpuan
56 Pemerintah Kota Gunung Sitoli
57 Pemerintah Kab. Kampar
58 Pemerintah Kab. Bengkalis
59 Pemerintah Kab. Indragiri Hulu
60 Pemerintah Kab. Indragiri Hilir
61 Pemerintah Kab. Pelalawan
62 Pemerintah kab. Rokan Hulu
63 Pemerintah kab. Rokan Hilir
64 Pemerintah Kab. Siak
65 Pemerintah kab. Kuantan Singingi
66 Pemerintah Kab. Kepulauan Meranti
67 Pemerintah Kota Pekan Baru
68 Pemerintah Kota Dumai
69 Pemerintah Kab. Agam
70 Pemerintah Kab. Pasaman
71 Pemerintah Kab. Limapuluh Kota
72 Pemerintah Kab. Solok
73 Pemerintah Kab. Padang Pariaman
74 Pemerintah Kab. Pesisir Selatan
75 Pemerintah Kab. Tanah Datar
76 Pemerintah Kab. Sijunjung
77 Pemerintah Kab. Kep. Mentawai
78 Pemerintah Kab. Solok Selatan
79 Pemerintah Kab. Damasraya
80 Pemerintah Kab. Pasaman Barat
81 Pemerintah Kota Bukit Tinggi
82 Pemerintah Kota Padang Panjang
83 Pemerintah Kota Sawah Lunto
84 Pemerintah Kota Solok
85 Pemerintah Kota Padang
86 Pemerintah Kota Payakumbuh
87 Pemerintah Kota Pariaman
88 Pemerintah Kab. Batang Hari
89 Pemerintah Kab. Tanjung Jabung Barat

90 Pemerintah Kab. Bungo

91 Pemerintah Kab. Merangin

92 Pemerintah Kab. Kerinci
93 Pemerintah Kab. Sarolangun
94 Pemerintah Kab. Tebo
95 Pemerintah Kab. Muaro Jambi

96 Pemerintah Kab. Tanjung Jabung Timur
97 Pemerintah Kota Jambi
98 Pemerintah Kota Sungai Penuh
99 Pemerintah Kab. Musi Banyuasin
100 Pemerintah Kab. Ogan Komering Ulu
101 Pemerintah Kab. Muara Enim

102 Pemerintah Kab. Lahat
103 Pemerintah Kab. Musi Rawas

104 Pemerintah Kab. Ogan Komering Ilir

105 Pemerintah Kab. Banyuasin
106 Pemerintah Kab. Ogan Komering Ulu Timur

107 Pemerintah Kab. Ogan Komering Ulu Selatan

108 Pemerintah Kab. Ogan Ilir

109 Pemerintah Kab. Empat Lawang

110 Pemerintah Kab. Ogan Komering Ulu Utara

111 Pemerintah Kota Palembang

112 Pemerintah Kota Pagar Alam

113 Pemerintah Kota Lubuk Linggau

114 Pemerintah Kota Prabumulih

115 Pemerintah Kab. Bangka

116 Pemerintah Kab. Belitung

117 Pemerintah Kab. Bangka Barat
118 Pemerintah Kab. Bangka Tengah
119 Pemerintah Kab. Bangka Selatan

120 Pemerintah Kab. Belitung Timur

121 Pemerintah Kota Pangkal Pinang
122 Pemerintah Kab. Bengkulu Utara
123 Pemerintah Kab. Bengkulu Selatan

124 Pemerintah Kab. Rejang Lebong
125 Pemerintah Kab. Kaur
126 Pemerintah Kab. Seluma

127 Pemerintah Kab. Muko-Muko
128 Pemerintah Kab. Kepahiang
129 Pemerintah Kab. Lebong

130 Pemerintah Kab. Bengkulu Tengah
131 Pemerintah Kota Bengkulu

132 Pemerintah Kab. Lampung Selatan

133 Pemerintah Kab. Lampung Tengah

134 Pemerintah Kab. Lampung Utara

135 Pemerintah Kab. Lampung Barat
136 Pemerintah Kab. Tulang Bawang

137 Pemerintah Kab. Tanggamus
138 Pemerintah Kab. Way Kanan

139 Pemerintah Kab. Lampung Timur

140 Pemerintah Kab. Pesawaran

141 Pemerintah Kab. Tulang Bawang Barat

142 Pemerintah Kab. Pringsewu

143 Pemerintah Kab. Mesuji

144 Pemerintah Kota Metro

145 Pemerintah Kota Bandar Lampung
146 Pemerintah Kab. Kepulauan Seribu

147 Pemerintah Kota Jakarta Selatan

148 Pemerintah Kota Jakarta Timur

149 Pemerintah Kota Jakarta Pusat

150 Pemerintah Kota Jakarta Barat

151 Pemerintah Kota Jakarta Utara

152 Pemerintah Kab. Bogor
153 Pemerintah Kab. Sukabumi

154 Pemerintah Kab. Cianjur

155 Pemerintah Kab. Bekasi

156 Pemerintah Kab. Karawang

157 Pemerintah Kab. Purwakarta

158 Pemerintah Kab. Subang
159 Pemerintah Kab. Bandung

160 Pemerintah Kab. Sumedang

161 Pemerintah Kab. Garut
162 Pemerintah Kab. Tasikmalaya

163 Pemerintah Kab. Ciamis
164 Pemerintah Kab. Cirebon

165 Pemerintah Kab. Kuningan

166 Pemerintah Kab. Indramayu

167 Pemerintah Kab. Majalengka

168 Pemerintah Kab. Bandung Barat

169 Pemerintah Kota Bandung

170 Pemerintah Kota Bogor

171 Pemerintah Kota Sukabumi
172 Pemerintah Kota Cirebon

173 Pemerintah Kota Bekasi

174 Pemerintah Kota Depok

175 Pemerintah Kota Cimahi

176 Pemerintah Kota Tasikmalaya

177 Pemerintah Kota Banjar

178 Pemerintah Kab. Serang
179 Pemerintah Kab. Pandeglang

180 Pemerintah Kab. Lebak

181 Pemerintah Kab. Tangerang
182 Pemerintah Kota Tangerang

183 Pemerintah Kota Cilegon
184 Pemerintah Kota Serang
185 Pemerintah Kota Tangerang Selatan

186 Pemerintah Kab. Bantul

187 Pemerintah Kab. Sleman
188 Pemerintah Kab. Gunung Kidul
189 Pemerintah Kab. Kulon Progo

190 Pemerintah Kota Yogyakarta

191 Pemerintah Kab. Semarang

192 Pemerintah Kab. Kendal

193 Pemerintah Kab. Demak

194 Pemerintah Kab. Grobogan

195 Pemerintah Kab. Pekalongan
196 Pemerintah Kab. Batang

197 Pemerintah Kab. Tegal

198 Pemerintah Kab. Brebes

199 Pemerintah Kab. Pati

200 Pemerintah Kab. Kudus

201 Pemerintah Kab. Pemalang

202 Pemerintah Kab. Jepara
203 Pemerintah Kab. Rembang
204 Pemerintah Kab. Blora

205 Pemerintah Kab. Banyumas

206 Pemerintah Kab. Cilacap

207 Pemerintah Kab. Purbalingga

208 Pemerintah Kab. Banjarnegara

209 Pemerintah Kab. Magelang

210 Pemerintah Kab. Temanggung
211 Pemerintah Kab. Wonosobo

212 Pemerintah Kab. Purworejo

213 Pemerintah Kab. Kebumen

214 Pemerintah Kab. Klaten

215 Pemerintah Kab. Boyolali

216 Pemerintah Kab. Sragen

217 Pemerintah Kab. Sukoharjo
218 Pemerintah Kab. Karanganyar

219 Pemerintah Kab. Wonogiri

220 Pemerintah Kota Semarang

221 Pemerintah Kota Salatiga

222 Pemerintah Kota Pekalongan
223 Pemerintah Kota Tegal

224 Pemerintah Kota Magelang

225 Pemerintah Kota Surakarta


226 Pemerintah Provinsi Jawa Timur
227 Pemerintah Kab. Gresik

228 Pemerintah Kab. Mojokerto

229 Pemerintah Kab. Sidoarjo
230 Pemerintah Kab. Jombang
231 Pemerintah Kab. Sampang
232 Pemerintah Kab. Pamekasan
233 Pemerintah Kab. Sumenep

234 Pemerintah Kab. Bangkalan

235 Pemerintah Kab. Bondowoso
236 Pemerintah Kab. Situbondo

237 Pemerintah Kab. Banyuwangi

238 Pemerintah Kab. Jember

239 Pemerintah Kab. Malang

240 Pemerintah Kab. Pasuruan
241 Pemerintah Kab. Probolinggo

242 Pemerintah Kab. Lumajang

243 Pemerintah Kab. Kediri

244 Pemerintah Kab. Tulung Agung
245 Pemerintah Kab. Nganjuk

246 Pemerintah Kab. Trenggalek
247 Pemerintah Kab. Blitar

248 Pemerintah Kab. Madiun
249 Pemerintah Kab. Ngawi
250 Pemerintah Kab. Magetan

251 Pemerintah Kab. Ponorogo

252 Pemerintah Kab. Pacitan
253 Pemerintah Kab. Bojonegoro
254 Pemerintah Kab. Tuban

255 Pemerintah Kab. Lamongan
526 Pemerintah Kota Surabaya

257 Pemerintah Kota Mojokerto
258 Pemerintah Kota Malang
259 Pemerintah Kota Pasuruan

260 Pemerintah Kota Probolinggo

261 Pemerintah Kota Blitar

262 Pemerintah Kota Kediri

263 Pemerintah Kota Madiun

264 Pemerintah Kota Batu

265 Pemerintah Kab. Sambas

266 Pemerintah Kab. Sanggau
267 Pemerintah Kab. Sintang
268 Pemerintah Kab. Pontianak

269 Pemerintah Kab. Kapuas Hulu

270 Pemerintah Kab. Ketapang

271 Pemerintah Kab. Bengkayang

272 Pemerintah Kab. Landak

273 Pemerintah Kab. Melawi
274 Pemerintah Kab. Sekadau
275 Pemerintah Kab. Kubu Raya

276 Pemerintah Kab. Kayong Utara

277 Pemerintah Kota Pontianak

278 Pemerintah Kota Singkawang
279 Pemerintah Kab. Kapuas

280 Pemerintah Kab. Barito Utara
281 Pemerintah Kab. Barito Selatan
282 Pemerintah Kab. Kotawaringin Timur

283 Pemerintah Kab. kotawaringin Barat
284 Pemerintah Kab. Pulang Pisau

285 Pemerintah Kab. Gunung Mas

286 Pemerintah Kab. Lamandau

287 Pemerintah Kab. Sukamara

288 Pemerintah Kab. Murung Raya
289 Pemerintah Kab. Katingan

290 Pemerintah Kab. Seruyan
291 Pemerintah Kab. Barito Timur

292 Pemerintah Kota Palangkaraya

293 Pemerintah Kab. Banjar

294 Pemerintah Kab. Tanah Laut
295 Pemerintah Kab. Tapin

296 Pemerintah Kab. Hulu Sungai Selatan

297 Pemerintah Kab. Hulu Sungai Tengah
298 Pemerintah Kab. Barito Kuala

299 Pemerintah Kab. Tabalong

300 Pemerintah Kab. Kotabaru

301 Pemerintah Kab. Hulu Sungai Utara

302 Pemerintah Kab. Tanah Bumbu

303 Pemerintah Kab. Balangan

304 Pemerintah Kota Banjarmasin

305 Pemerintah kota Banjar Baru

306 Pemerintah Kab. Kutai Kartanegara

307 Pemerintah Kab. Paser
308 Pemerintah Kab. Bulungan
309 Pemerintah Kab. Berau

310 Pemerintah Kab. Malinau

311 Pemerintah Kab. Nunukan

312 Pemerintah Kab. Kutai Barat

313 Pemerintah Kab. Kutai Timur

314 Pemerintah Kab. Penajam Paser Utara

315 Pemerintah Kab. Tana Tidung
316 Pemerintah Kota Samarinda

317 Pemerintah Kota Balikpapan

318 Pemerintah Kota Bontang

319 Pemerintah Kota Tarakan
320 Pemerintah Kab. Minahasa

321 Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow
322 Pemerintah Kab. Kepulauan Sangihe

323 Pemerintah Kab. Minahasa Selatan

324 Pemerintah Kab. Kepulauan Talaud

325 Pemerintah Kab. Minahasa Utara

326 Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow Utara
327 Pemerintah Kab. Siau Tagulandang Biaro

328 Pemerintah Kab. Minahasa Tenggara

329 Pemerintah Kab. Sitaro

330 Pemerintah Kab. Mitra

331 Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow Selatan

332 Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow Timur

333 Pemerintah Kota Manado
334 Pemerintah Kota Bitung

335 Pemerintah Kota Tomohon

336 Pemerintah Kota Kotamobagu

337 Pemerintah Kab. Gorontalo

338 Pemerintah Kab. Boalemo
339 Pemerintah Kab. Pohuwato
340 Pemerintah Kab. Bone Bolango
341 Pemerintah Kab. Gorontalo Utara

342 Pemerintah Kota Gorontalo
343 Pemerintah Kab. Pinrang

344 Pemerintah Kab Poso

345 Pemerintah Kab. Donggala

346 Pemerintah Kab. Toli-Toli

347 Pemerintah Kab. Banggai

348 Pemerintah Kab. Buol
349 Pemerintah Kab. Morowali

350 Pemerintah Kab. Banggai Kepulauan

351 Pemerintah Kab. Parigi Moutong

352 Pemerintah Kab. Tojo Una Una

353 Pemerintah Kab. Sigi

354 Pemerintah Kota Palu

355 Pemerintah Kab. Pinrang

356 Pemerintah Kab. Gowa

357 Pemerintah Kab. Wajo

358 Pemerintah Kab. Bone

359 Pemerintah Kab. Tana Toraja
360 Pemerintah Kab. Maros

361 Pemerintah Kab. Luwu

362 Pemerintah Kab. Sinjai

363 Pemerintah Kab. Bulukumba

364 Pemerintah Kab. Bantaeng
365 Pemerintah Kab. Jeneponto

366 Pemerintah Kab. Selayar

367 Pemerintah Kab. Takalar
368 Pemerintah Kab. Barru

369 Pemerintah Kab. Sindenreng Rappang

370 Pemerintah Kab. Pangkajene & Kepulauan

371 Pemerintah Kab. Soppeng

372 Pemerintah Kab. Enrekang

373 Pemerintah Kab. Luwu Utara

374 Pemerintah Kab. Luwu Timur

375 Pemerintah Kab. Toraja Utara

376 Pemerintah Kota Makassar

377 Pemerintah Kota Pare-Pare
378 Pemerintah Kota Palopo

379 Pemerintah Kab. Konawe

380 Pemerintah Kab. Buton

381 Pemerintah Kab. Muna

382 Pemerintah Kab. Kolaka

383 Pemerintah Kab. Konawe Selatan

384 Pemerintah Kab. Konawe Utara

385 Pemerintah Kab. Bombana

386 Pemerintah Kab. Wakatobi

387 Pemerintah Kab. Kolaka Timur

388 Pemerintah Kab. Buton Utara

389 Pemerintah Kab. Konawe Utara

390 Pemerintah Kota Kendari

391 Pemerintah Kota Baubau

392 Pemerintah Kab. Buleleng
393 Pemerintah Kab. Jembrana

394 Pemerintah Kab. Klungkung

395 Pemerintah Kab. Gianyar

396 Pemerintah Kab. Karang Asem

397
Pemerintah Kab. Bangli
398 Pemerintah Kab. Badung
399 Pemerintah Kab. Tabanan

400 Pemerintah Kota Denpasar
401 Pemerintah Kab. Lombok Barat

402 Pemerintah Kab. Lombok Tengah

403 Pemerintah Kab. Lombok Timur

404 Pemerintah Kab. Bima
405 Pemerintah Kab. Sumbawa
406 Pemerintah Kab. Dompu

407 Pemerintah Kab. Sumbawa Barat
408 Pemerintah Kab. Lombok Utara

409 Pemerintah Kota Mataram
410 Pemerintah Kota Bima

411 Pemerintah Kab. Kupang

412 Pemerintah Kab. Belu
413 Pemerintah Kab. Timor Tengah Utara

414 Pemerintah Kab. Timor Tengah Selatan

415 Pemerintah Kab. Alor

416 Pemerintah Kab. Sikka
417 Pemerintah Kab. Flores Timur

418 Pemerintah Kab. Ende

419 Pemerintah Kab. Ngada

420 Pemerintah Kab. Manggarai
421 Pemerintah Kab. Sumba Timur

422 Pemerintah Kab. Sumba Barat

423 Pemerintah Kab. Lembata

424 Pemerintah Kab. Rote Ndao

425 Pemerintah Kab. Manggarai Barat

426 Pemerintah Kab. Manggarai Timur
427 Pemerintah Kab. Sumba Barat Daya

428 Pemerintah Kab. Nagekeo

429 Pemerintah Kab. Sumba Tengah

430 Pemerintah Kab. Sabu Raijua
431 Pemerintah Kota Kupang

432 Pemerintah Kab. Maluku Tengah

433 Pemerintah Kab. Maluku Tenggara
434 Pemerintah Kab. Buru
435 Pemerintah Kab. Maluku Tenggara Barat

436 Pemerintah Kab. Kepulauan Aru

437 Pemerintah Kab. Seram Bagian Barat

438 Pemerintah Kab. Seram Bagian Timur

439 Pemerintah Kab. Buru Selatan

440 Pemerintah Kab. Maluku Barat Daya

441 Pemerintah Kota Ambon

442 Pemerintah Kota Tual
443 Pemerintah Kab. Halmahera Barat

442 Pemerintah Kab. Halmahera Tengah

444 Pemerintah Kab. Kepulauan Sula
445 Pemerintah Kab. Halmahera Selatan

446 Pemerintah Kab. Halmahera Utara

447 Pemerintah Kab. Halamhera Timur
448 Pemerintah Kota Ternate

449 Pemerintah Kota Tidore Kepulauan
450 Pemerintah Kab. Jaya Pura
451 Pemerintah Kab. Biak Numfor

452 Pemerintah Kab. Kep. Yapen

453 Pemerintah Kab. Merauke

454 Pemerintah Kab. Jayawijaya

455 Pemerintah Kab. Nabire

456 Pemerintah Kab. Puncak Jaya

457 Pemerintah Kab. Paniai

458 Pemerintah Kab. Mimika

459 Pemerintah Kab. Boven Digoel

460 Pemerintah Kab. Mappi

461 Pemerintah Kab. Asmat

462 Pemerintah Kab. Yahukimo

463 Pemerintah Kab. Pegunungan Bintang

464 Pemerintah Kab. Tolikara

465 Pemerintah Kab. Sarmi

466 Pemerintah Kab. Keerom

467 Pemerintah Kab. Waropen

468 Pemerintah Kab. Supiori

469 Pemerintah Kab. Mamberamo Raya

470 Pemerintah Kab. Mamberamo Tengah

471 Pemerintah Kab. Lami Jaya

472 Pemerintah Kab. Yalimo

473 Pemerintah Kab. Ndungga

474 Pemerintah Kab. Dogiyai

475 Pemerintah Kab. Lanny Jaya

476 Pemerintah Kab. Puncak

477
Pemerintah Kota Jayapura

478 Pemerintah Kab. Bintan

479 Pemerintah Kab. Karimun
480 Pemerintah Kab. Natuna
481 Pemerintah Kab. Lingga

482 Pemerintah Kab. Kepulauan Anambas

483 Pemerintah Kota Batam

484 Pemerintah Kota Tanjung Pinang

485 Pemerintah Kab. Sorong

486 Pemerintah Kab. Sorong Selatan

487 Pemerintah Kab. Raja Ampat

488 Pemerintah Kab. Manokwari

489 Pemerintah Kab. Teluk Bintuni

490 Pemerintah Kab. Teluk Wondama

491 Pemerintah Kab. Fak-fak

492 Pemerintah Kab. Kaimana

493 Pemerintah Kota Sorong

494 Pemerintah Kab. Mamuju Utara

495 Pemerintah Kab. Mamuju

496 Pemerintah Kab. Mamasa
497 Pemerintah Kab. Polewali Mandar

498 Pemerintah Kab. Majene